Rabu, 05 Mei 2010

keterbatasan itu nikmat loh!!!

Oleh; Ahmad Ridho

Tadi pagi dapat pelajaran baru dari seorang lelaki paruh baya. Tubuh sedikit membungkuk, baju lesuh seperti belum berganti selama berhari-hari,kulit hitam dan dipenuhi dengan kotoran kehitam-hitaman. Ku temui saat ku berangkat ke kampus. Seperti biasa memang jalan yang ku lewati tepat diperempatan rumah sakit persahabatan , hanya berapa kilo meter dan berapa menit untuk sampai sana dari rumah ku.

Lelaki paruh baya itu berkaki pincang dan sedang merogohkan ke sebuah tong sampah di dekatnya. Entah apa yang dicari, barang sampah kah yang akan dikilokkan nanti atau sebungkus nasi sisahan orang-orang yang tak habis dimakan.pikirku melayang membayangkan dengan sesak nafas, iba diri ini melihatnya,dalam hati seperti berteriak dengan keras untuk mengatakan” hai orang-orang disekitarnya ,bantulah lelaki itu,cukupi apa yang dia mau di pagi itu”.semakin menjauh dan jauh kulewati jalan itu.. masih dalam berfikir sesosok lelaki itu.hanya harapan lelaki itu dapat menemukan apa yang dia cari…

Mengigat kejadian itu sangat kontras dengan teman –teman kampusku yang selalu bercerita tentang khidupannya.kendaraan yang mentereng, perhiasan yang menyilau, barang-barang antic yang mejadi perlombaan tuk menampilkan dihalayak orang banyak.selalu berfikiran kesenangan yang menjadi budaya nya..aduh kawan. Andai saja kalian liat apa yang ku liat, kalian merasakan apa yang aku rasakan,apakah tergerak dengan sentuhan hatimu..apa yang kau fikirkan saat kalian melihatnya, acuh, atau tidak mau tau sama sekali,, yang ku dengar hanya keluhan jika kalian tidak enak makan hari ini, uang jatah habis tinggal menipis, bingung minta hp baru….walah,itulah dunia kalian..

Memang tidak enak memiliki ketrbatasan, keterbatasan uang tidak bisa mebeli kebutuhaan dan memberikan orang lain, keterbatasn uang menjadi problema saat kita terhimpit dengan tekanan kebutuan mendesak.kita hanya bisa mengeluh dengan keterbatasan uang-biasannya-.serasa menjadi orang paling miskin sedunia. Tidak bisa berbuat apa, terpenjara karena keterbatasan itu(uang).

Apalagi yang dirasakan lelaki yang kujumpai pagi itu. Beribu keterbatasan pasti dimiliknya, keterbatasan tempat tinggal, keterbatasn hidup layak, keterbatasan untuk membeli apa yang dibutuhkan,dan masih banyak lainnya. Sulit untuk dibayangkan dan digambarkan jika mengatakan segala keterbatasan yang dimilikinya.

***

Keterbatasan sering kali kita “kambing hitamkan” dengan apa yang kita rasakan. Seolah keterbatasan itu sebuah takdir mutlak yang diberikan oleh kita. Merasa iri dengan kelebihan orang lain , dan hanya bisa berucap emosi bahwa tuhan tidak adil telah memberikan keterbatasan ini.menyalahkan sang pencipta karena telah memberikan keterbatasan ini.. duwh,,rieuweh dengar keluhan banyak orang tentang keterbatasannya..

Tidak pernahkah kita bisa melihat dari sudut lain kenapa ALLAH memberikan keterbatasan itu,tidak bisakah kita memahami arti keterbatasan yang kita miliki dan diberikannya atas Cuma-Cuma.sulit memang bagi jiwa pengeluh, bagi jiwa yang malas untuk berfikir..karena otak berfikirnya sudah tekunci rapat dengan kebencian atas keterbatasan.

Keluhan itu yang sesungguhnya mematikan potensi kita, yang menghasilkan aura negative dan negative thinking.dengan negative thinking yang akan membunuh secara perlahan nasib dirinya…sudah lah buang jauh-jauh dengan kebencian itu, buanglah jauh-jauh perasaan kerdil karena keterbatasan.buang ktempat jauh di bawah alam sadar kita dan timbulkan energi positif berfikir kita,

Belajar mensyukuri keterbatasan akan menimbulkan rasa percaya sendiri,,,karena keterbatasan itu sesungguhnya kenikmatan besar yang kita rasakan. Yang saya katakana cobalah melihat sisi lain dari ktebatasn itu,,pernahkah terfikirkan oleh kita, bagaimana jadinya jika ALLAH tidak memberikan keterbatasan pada indra penciuman,mungkin kita bisa mencium sampah-samapah ditempat pembuangannya. Bagaimana jika telinga kita tidak diberi keterbatasaan untuk mendengar,mungkin kita bisa mndengar suara mesin-mesin pabrik yang sedang bekerja,suara jenis kendaraan apapun.bayangkan, apa hidup kita merasa nyaman,pasti tidak!!. Makan tidak nyaman(karena bau sampah), tidur tidak bisa pulas(karena mendengar suara mesin dan lainnya).

Itulah kawan….keterbatasan tak selamanya menyiksa kita, justru keterbatasan itu yang melengkapi hidup ini menjadi indah, dan dirasakn tanpa beban.tugas kita adalah mencari dan terus mencari sisi lain dari segala keterbatasan kita,karena disisi lain keterbatasan ada sisi lain yang membuat hidup semakin hidup….

ALLAH’alam bishowab..

Selasa, 04 Mei 2010

Percaya DEH!!,,ALLAH pasti kabulkan....


Oleh : ahmad Ridho

Tadi pagi saya sudah dikejutkan dengan tangisan anak berusia 7 tahun,anak tetangga.tangisannya pecah hingga membasahi bagian baju yang dikenakannya. Entah apa yang ditangiskan..telinga sperti diteriakki gendang, kepala jadi pusing. Pikiran jadi buyar yang sedang asiknya membaca,tak lagi masuk dalam otak logika..begragas menghampiri suara tangisan itu. Penasaran dengan apa yang ditangiskan,pikirku hanya sederhana paling menangis karena minta uang jajan. Karena tangisan itu seolah seprti sudah bisa didikte .

Mendekati ku, kemudian ku tanyakan”Minta apa de?”,”apa minta jajan,?jajan apa?”. Jawab anak itu dengan isak tangisnya”saya mau minta dibelikan sepeda?seperti abang rama(tetangga yang berusia 14 tahun)” . kemudain ku tanyakan langsung kepada ibu nya. “bu, apa benar minta speda?”..ibu itu jawab dengan nada kesal,”iya mas, minta sepeda yang belum pada waktunya ..sepeda besar seperti rama.ibu khawatir belum siap untuk memakainya, yang ada buat celaka diri sendiri.. nanti yang repot ibu..ibu khawatir mas”. pikirku langsung teringat pada masa lalu ku. Saat ingin sekali mengendarai motor, bapakku slalu melarang dengan alasan akan terjatuh. Belum waktunya untuk mengendarai motor.walau dengan jiwa ngeyelku..tetap saja bapakku slalu bilang. Pada waktunya kamu akan mengendarai juga . alhamdulillah benar juga.sekarang aku mengendarai motor sesuka ku karena atas ijin bapakku, ya karena memang usiaku sudah cukup untuk mengendarainya.karena aku merasa sudah tanggung jawab…alhamdulillah.

Ku resapi dari kisah itu, ternyata seperi itu ya.. ada alasan kenapa terkadang orang tua kita tdak memberikan apa yang kita mau. Ya, karena orang tua kita lebih tau, karena orang tua kita sayang pada kita.tak ingin anaknya celaka dengan apa yang diberikannya. Pada waktunya dengan kesadaran kasih sayang orang tua pasti akan dberikan dan itu pasti.

Begitu pun juga dengan sang KHOLIQ,ALLAH SWT. Pernah kita merasa bosan dengan seringnya doa kita yang tak kunjung terkabul, merasa lelah..mnunggu dengan bosannya sehingga ketidaksabaran itu berujung kekecewaan..hanya ada satu kata dalam benak kita, bosan, dan bosan..jengkel memang..tiap hari meminta kepada ALLAH .tapi koq gak pernah dikabulkan…kejenuhan membuat kita tdk ingin minta lagi sama ALLAH, dengan kejenuhan kita tidak lagi percaya padaNYA….

DEMI ALLAH, Allah tidak tidur kawan, tidak lalai, dan tidak mendengar doa kita bahkan tidak mengabulkan doa ki ta…ALLAH tidak pernah mengingkari janjinya..ALLAH selalu memenuhi janjinya, ALLAh selalu memenuhi kebutuhan kita..tanpa kita minta pun, ALLAH memberikan nafas ini, memeberikan otot ini untuk bergerak,dan masih banyak lainnya.

ALLAH lebih tau apa yang akan terjadi pada hambanya, ALLAH lebih tau apa yng kita perlukan.dari itu, bukan ALLAH tidak mengabulkan doa kita, ALLAH pasti akan mengabulkan doa kita. Hanya saja ALLAH kabulkan tdak secepat kilat, bisa lusa, entah kapan doa kita dikabulkan sesuai dengan waktu yang tepat.

Seperti sang bapak yang melarang anaknya mengendari motor belum pada waktunya, karena bapak sangat khawatir nanti akan celaka, akan jatuh dan berakibat fatal buat diri kita. Karena bapak kita sayang..begitu pun karena ALLAH sayang pada hamba-hambanya, ALLAH tidak ingin langsung mengabulkan doa kita.ada waktu yang tepat ALLAH akan kabulkan doa kita.

Kalo saja ALLAH langsung menagbulkan doa kita, bisa jadi kita akan sombong dan lupa kepada ALLAH setelah dikabulkan,, bisa jadi doa kita dikabulkan maka masalah akan bertambah dengan ketidak siapan kita.,.kita minta sama ALLAH harta yang melimpah, dikasih sama ALLAH,kita akan sombong pada orang lain, dengan fakir miskin,merasa dirinya paling kaya,,ALLAH tidak ingin hambahnya seperti itu…ALLAH lebih tau apa yang akan terjadi….

Sabar lah dengan janji ALLAH, ALLAH pati Tidak ingkar..kita pernah ingat dalam kisah nabi ayyub alahihissalam. Yang memiliki penyakit koreng bertahun-tahun, yang pada masanya dijauhkan oleh kaumnya karena luka itu, krena tidak percaya dengan ajarannya pula…apa yang dirasakan oleh nabi ayyub AS.. nabi AYYUB As hany bersabar dengan penyakitnya. Padahal ia tdk mungkin tdk berdoa untuk kesmbuhannya..ALLAH lebih tau kapan waktunya ALLAH mengabulkan doa itu.. nabi AYYUB pun di uji kesabarannya, kesabaran hingga sampai berujung rambut.tak kunjung datang hingga berpuluh-puluh tahun.,,dan akhirnya ALLAH pun menyembuhkan dan menggantikannya dengan nikmat-niikmat dunia..itu semua ALLAH lakukan karena ALLAH menguji kesabaran hambanya, sejauh mana hambanya tetap meminta…

satu lagi cerita pejuang islam yang menghancurkan kerajaan konstatinopel..konon, sebelum muhammad al-fatih yang menghancurkan kerajaan itu. Pendahulu-pendahulunya sudah berulang kali berusaha menaklukkannya..terlebih dari ihtiar dan doa-doa mereka , tapi selalu gagal dan banyak yang terbunuh dari kaum muslimin...bukan ALLAH memudahkan juga mengabulkan doa kaum muslimin pada masa itu….lagi-lagi ALLAH menguji kesabaran kita untuk terus berusaha, untuk terus taat padaNYA, dan untuk terus meyakini akan JANJINYA..

jadi kawan tak ada doa yang tak dikabulkan oleh ALLAH SWT..ALLAH maha penyayang, doa orang yang berbuat maksiat oun ALLAH kabulkan, apalgi orang-orang soleh…hanya saja kapan doa itu diakbulkan, pasti lagi-lagi ALLAH melihat kesungguhan doa hambanya,seberapa yakin hambanya minta padaNYA..

dan yakin…DOA kita AKAN DIKABULKAN…….

so,,, Selalu berhusnuzhonlah sama ALLAH..tak ada upaya yang kita miliki selain daripaad kekuatannya …

ALLAHU ‘ALAM BISHOWAB…..

Sabtu, 01 Mei 2010

"KeMatian yang tak bisa didikte"

“KEMATIAN YANG TAK BISA DIDIKTE”
Oleh:Ahmad Ridho

Sebulan ini tepat di daerah saya sudah hampir 15orang meninggal dunia, berturut-turut hanya selisih seminggu, 3 hari, bahkan ada yang 2 hari. Seperti sudah diabsen saja tinggal tunggu kapan dipanggilnya,jam berapa dan baik atau nggak wafatnya-merinding ih…-. Ada yang sudah usia lanjut, remaja, dan bayi dibawah lima tahun(balita).

Barangkali kita perlu diingatkan pada setiap kematian didekat sekitar kita. Ya, kematian tak kenal tua,remaja, bakan balita..kematian ya kematian yang akan hadir dalam setiap manusia ,entah kapan jatah kita..pertanyaannya adalah. Sudah siapkah kita,jika tiba-tiba malaikat izroil datang tiba-tiba?(wow!! Serem,kaya apa rupanya ya)...

Jika saja kita bisa tau kapan akhir usia kita, kapan malaikat mampir kerumah kita..ehm. enak bener ya..bisa Tanya dlu tuh sama malaikat apa kita masuk surge apa nerak(kata orang betawi punya)…ya kalo masuk surge bisa tenang-tenang aje deh,,kalo masuk neraka kudu banyak persiapan deh.ibadah yang getol,berbuat baik sesame orang, beramal sebanyak-banyaknya,,pokokn
ya memberikan yang terbaik deh…tapi itu semua nggak mungkin sob!!..ya jika saja kematian bisa kita ketauhi,,andai saja kematian bisa kita dikte ya kapan datangnya…mungkin banyak orang yang semena-mena..mentang-mentang masih jauh kematiannya, mau bebruat enak dlu ,sdah dekat baru taubat…enak bangat cing!!

Itulah kenapa kematian tidak ALLAH beri tahu kepada hamba-hambnya..rasulullah pun gak tau,,eh tapi saya jadi inget,rasulullah pernah diberi tahu dalam shirohnya deh. Dimana ketika kematian semakin dekat pada rasulullah saw,sang malikat pencabut nyawa(izroil) datang menemui rasulullah.dalam ceritanya terjadi percakapn antara si malaikat dan rasullullah. Sang malaikat bertanya perihal dirinya datang menemui rasulullah saw.dan rasulullah menyambutnya dengan senag hati. Ada tawar menawar dalam pencabutan ruh sang manusia agung itu.malaikat izriol menawarkan jika rasulullah ingin tdk dicabut sekarang dan menambah umunya sangat bisa dan akan dikabulkan langsung ,itu ditawarkan oleh malikat izroil atas perintahNYA loh..-enak benerkan-.tapi apa kata rasulullah, biarlah takdir kematianku tiba.luar biasa!!..sobat sekalian, itu rasulullah sang manusia agung dialam jagad raya ini..boleh dong kalo ALLAH menawarkan rasa cintaNYA kpada sang kekasihNYA(red.RAsulullah SAW),mungkin ga sich kita diberlakukan seperti Rasulullah SAW, mungkin ga sih…..ya mungkin aja, kenapa tidak, tapi sangat lah beda perlakuannya.mang kita siap dijumpai malaikat IZROIL apa..hehe..kalo para ulama sebelum datangnya kematian memang sudah ditandai 40 hari sebelumnya-kata ustad saya loh-..tapi itu memang bener loh sudah dialami oleh sebagian orang-orang terdekat ulama.,bukan ulama aja,tapi kita-kita juga loh..kalian cari tau ya.(pe-er ya)

Oke sob!!intinya adalah bagaimana dengan persiapan kita??….sengaja ALLAH tidak member itahukan kematian adalah agar ALLAH tau siapa kita sebenarnya, apa manusia yang sllu ingat padaNYA, apa manusia yang lalai dariNYA..nau’udzubillah jika saja dalam bermaksiat ALLAH mencabut nyawa kita,karena keinginan kita jka dalam melakukan amal kebaikan ALLAH mencabut nyawa kita-itu yang kita harapkan-

Kita ingat betul saat terjadinya tsunami di ACEH,berapa ratus ribuan orang tak luput dari bencana itu.banyak para ulama,orang baik, bahkan para orang maksiat juga habis digilas bencana itu.bagaimana pendapat anda..orang baik aja bisa wafatnya seperti itu yah,,eits,,jangan berfikir jelek dulu sob..kita ingat tausyiah ustad kita nggak. Bencana yang terjadi pada orang maksiat disebut AZAB, bencana yang terjadi pada orang soleh disebut ujian, nah kalo kedua-duanya disebut peringatan…peringatan buat orang-orang yang masih hidup barang tentu..artinya, kematian itu bisa datang kapan saja,mau siap atau tidak siap..iya nggak!!

Ya begitu lah sobat sekalian, sekarng mumpung kita belum pada di cabut nyawa kita ..yuuk kita berbuat amal sebanyak-banyaknya –Menasihati diri-..karena kita nggak tau kapan kematian itu datang,,siap nggak siap harus mempersiapkan bukan,karena ketahuilah sob,alam kubur adalah baru pintu akhirat. Jikadi alam kubur kita disiksa yang berkepanjangan,apalagi di akhirat kelak…mnah kalo kita senang di alam kubur,pastinya kita senang dong di alam akhirat sana..SURGA BARANG TENTU SOB!!

Yuk sama-sama kita berikan yangterbaik buat diri kita..

Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosa kita baik yang lalu maupun yang akan datang….amiin….

Salam penulis

Walau Kecil, Tapi masuk SURGA,,

Walau kecil,tapi masuk syurga

Oleh ; Ahmad Ridho

Halo kawand-kawand, apa kabar??semoga sehat-sehat aja ya….amiin. kali ini saya ingin coba mengingatkan kita semua dengan judul “walau kecil,tapi masuk syurga”….nah loh!! Pada bingung deh,apa maksudnya? Saya aja juga bingung-sambil garuk kepala-..iya ,dengan judul ini mudah-mudahan jadi bahan diskusi kita nih….apa sih kira-kira ”walau kecil tapi masuk surga”.sebelumnya saya mau ceiita dulu deh,,

Tau ga frend,cerita sahabat rasulullah yang berkulit hitam lekat,dari kaum budak dan manusia pertama yang mengumandangka adzan,sahabat yang setia mendampingi rasulullah SAW dalam menegakkan kejayaan islam pada masanya di negeri mekkah itu.pasti kita tau,,ialah BILAL BIN RABAH.ingatkan!.sahabat nabi yang dalam keistiqomahan selalu mengucapakan “ahad,,,,ahad,,,ahad;’’ketika tubuhnya harus di bebani dengan batu besar oleh kaum quraisy. Siksaan yang memaksakan dirinya untuk keluar dari agama nabi Muhammad saw. Dengan keistiqomahannya tak satu pun kata terlontarkan untuk keluar-murtad-dari agamanya islam. Kalau ada yang belum tau baca shiroh sahabt ye-sambil mengingatkan diri-..

Saat ini kita tidak membahas secara dalam siapa bilal bin rabbah. Tapi saya ingin bercerita dari sisi lainnya. Ialah bilal sahabat yang sudah dikenal dikalangannya sebagai penghuni syurga,rasulullah yang pertama kali menyampaikan hal ini. Yang paling takjub adalah rasulullah pernah berkata sesungguhnya Trompah bilal bin rabbah sudah terdengar disurga sana.apa sich trompah,trompah itu sebutan dari “sandal”.sandal yang sehari-hari kita pakai itu loh,tau kan….nah loh koq bisa yah sandal nya duluan mauk surga.keren yah,koq bisa yah.saya juga gak tau kenapa bisa begitu..yang jelas hanya ALLAH dan Rasulnya yang mengetahui.

Ternyata sobat sekalian orang yang dikenal berkulit hitam ini salah satu diantara sahabat yang memiliki amalan yang dicintai oleh ALLAH SWT. Amalan yang tak pernah terputus,istimror dan istiqomah..amalan sederhana dan mungki kecil dimata kita. Hanya selalu berwudhu dan sholat sunnah dua rokaat setelah wudhu.beliau tak pernah lepas dari yang namanya selalu mensucikan diri dengan berwudhu.amalan yang dilakukan bukan hanya sekali jika ia mau dan sempat, selalu dilakukan dengan istimror(berkelanjutan) dan istiqomah.itu kuncinya.

Bukankah allah mencintai amalan yang kecil tapi dilakukan dengan terus menerus dn konsisten..daripada melakukan amalan besar tapi hanya sesaat. Contoh,hari ini kita tilawah qur’an satu juz, tapi besok, lusa ,quran tdk kita sentuh lagi untuk dibacanya.bukan kah itu hanya sesaat saja. Bener tdak..lebih baik baca qur’an 2 lembar tapi terus bertahan dan konsisten sampai besok,lusa dana seterusnya tetap membaca qur’an walau hanya 2 lembar, bukan kah ALLAH lebih menyukainya…tapi,.eits.tunggu, yang pasti kalo kita sanggup 1 juz itu lebih baik lagi frend..ok.

Kalo bilal bin rabbah bisa mendapat gelar calon penghuni surga, ya dikarenakan beliau memiliki amalan unggulan. Amalan unggulan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-harinya,amalan yang selalu menjadi nafas baginya, istimror dan istiqomah..nah amalan unggulan ninlah yang ternyata menjadi andalannya masuk surga..keren kan frend!!

Nah,sekarang peratanyaannya ,amalan unggulan apa yang kita punya? amalan yang bisa mengantarkan kita bisa masuk syurga kelak..ayo dipikr-pikir.kalo belum punya harus punya, jka sdah sudah punya harus dipertahankan. Bukankah kita ingin seperti sahabat yang satu ini,sandalnya aja bisa terdengar disurga..nah kalo kita apa ya, baju, jilbab atau peci yang sudah terdengar duluan disurga nanti.lah koq ngaco ya….ya mungkin saja.kenapa tidak!!

Memang frend, kita sama-sama tau masuk surga itu tdk mudah, tapi bnyak peluang untuk masuk surga. Daripada masuk neraka, tapi jaman sekarng masuk surga gratis gak ada yang mau, masuk neraka bayar pada mau ya..koq bisa begitu ya,,yah kita liat aja.apa pernah kita sholat dimasjid dipungut biaya,apa pernah kita puasa dimintai uang pembayaran,berzikir,istigfar itu semua bukan gratis frend…tapi kenapa banyak yang enggan melakukannya yah padahal surge jaminannya...nah kalo neraka bayangin, sudah mahal banyak yang berminat pula.mau minuman khamr harus beli dlu, ke bar pake uang, mau tempat bordir bayar mahal, bukannya serba pake uang dan mahal..tapi kenapa bnyak yang suka dengan neraka ya….hehehe.mudah-mudahan kita gak suka ya,,cari yang gratis aja deh..bukannya kita suka yang gratis-gratis tuh..

Kembali lagi pada topic,dari cerita bilal bin rabbah sudah terbayang apa yang mau kita lakukan, amalan apa yang kita mau buat,amalan unggulan apa yang jadi tiket surge kita..kita harus punya , jangan sampai tidak. Para sahabat ,tabi’in ,dan salafushholeh dulu memiliki amalan-amalan unggulan tersendiri..abdurrahman bin auf dikenal dengan orang yang dermawan, sa’ad bin abi waqos memiliki amalan unggulan selalu mengintropeksi diri sebelum tidur, dan yang keren adalah penakluk kerajaan konstatinopel ialah Muhammad al-fatih (berusia 17 tahun)konon dalam ceirtanya ia memliki amalan unggulan tak pernah ketinggaln sholat berjamaah, luar biasa!!dan masih banyak lainnya,,-cari sendiri ya-

Betapa pentingnya amalan-amalan unggulan itu sobat sekalian. Karena bisa jadi amalan unggulan yang kita punya walau kecil bisa menyelamatkan kita dari siksa neraka,dan bisa pula memberikan dampak buat kehidupan kita .entah dari sisi social maupun spiritual.amalan unggulan juga bisa menjadi bagian dari ptrotect diri kita untuk mlakukan maksiat..nah kalo begitu mulai hari ini,detik ini kita harus mencari amalan terbaik kita yah…ingat walau KECIL tapi istimror(terus-menerus)dan konsisten……TENTUKAN PILIHAN MU SEKARANG JUGA!!

Oke sob mungkin hanya itu yang sya bisa berikan semoga bermanfaat..

Allahu’alam bishowab…

Sabtu, 17 April 2010

KASIH KEKASIH

Tak perlu aku ragui..

Sucinya cinta yang kau beri..

Kita saling kasih mengasihi..

Dengan sepenuh hati..


Ayah ibu merestui..

Menyarung cincin di jari..

Dengan ramat dari Illahi

Cinta kitapun bersemi..


**Sebelum di hijab kabulkan

Syariat Tetap membataskan..

Pelajari ilmu rumah tangga

Agar kita lebih bersedia

Menuju Hari yang bahagia..


Kau tau ku merinduimu..

Ku tau kau mencintai ku ..oh kasih

Bersabatlah sayang saat indah kan menjelma jua..

Kita akan disatukan, dengan ikatan PERNIKAHAN oh kasih..

Disana kita bina tugu cinta mahligai bahagia….


Semoga cinta kita, di dalam ridhoi ILLAHI

Berdoa lah selalu moga jodoh perpanjangan….

Rabu, 14 April 2010

Mendidik Dengan Cinta


"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” (QS.Ali Imran: 159). Mendidik adalah tugas utama orang tua. Keduanya-lah yang akan membuat anak bertumbuh kembang, baik fisik, mental, pengetahuan, bahkan keimanan. Namun, dalam mendidik anak, terkdaang kita sering memarahinya ketimbang mengasihinya. Kalimat perintah dan larangan seakan tidak lepas dari mulut kita. Yang lebih parah kita sering mengeluarkan kata-kata yang membuat perkembangan anak terhambat.

Rasulullah saw telah memberi contoh kepada kita bagaimana mendidik anak dengan cinta. DR. Maisarah Thahir berkata: Sarana tarbiyah (pendidikan) dengan cinta, atau bahasa cinta, atau abcd cinta, ada delapan, yaitu 1.Kosa kata cinta, 2.Pandang mata cinta, 3.Suapan cinta, 4. Sentuhan cinta, 5.Selimut cinta, 6. Pelukan cinta, 7. Ciuman cinta, 8. Senyum cinta.

Pertama: Kosa kata cinta Berapa kosa kata cinta kita ucapkan kepada anak-anak kita? Dalam sebuah kajian dikatakan: seorang anak dari bayi sampai ABG telah mendengar tidak kurang dari 16 ribu kosa kata buruk, namun, ia hanya mendengar ratusan kosa kata baik! Image yang tergambar dalam pikiran seorang anak tentang dirinya merupakan salah satu hasil dari omongan yang didengarnya, seakan sebuah kosa kata adalah sebuah kuas di tangan seorang pelukis, bisa jadi ia melukiskannya dengan warna hitam, bisa juga melukiskannya dengan berbagai warna indah. Jadi, kosa kata-kosa kata yang ingin kita ucapkan kepada anak-anak kita, harus yang baik, kalau tidak baik, jangan kita ucapkan Sebagian orang tua, sebagian kosa kata mereka merendahkan, menjelek-jelekkan, atau merendahkan ciptaan Allah, akibatnya terhadap anak adalah mengurung diri, permusuhan, ketakutan, tidak percaya diri Karena itu kita harus selektif dalam memilih kata-kata, karena kata sangat berpengaruh pada jiwa yang mendengarnya.

Kedua: pandang mata cinta Jadikan kedua mata kita tepat pada kedua mata anak kita, disertai senyuman, dan bergumamlah dengan suara tidak terdengar: “aku mencintaimu wahai si fulan”, sebanyak tiga atau lima atau sepuluh kali, jika hal itu disikapi oleh anakmu celaan, atau merasa aneh, dan ia berkata: “apa yang kamu lakukan wahai ayahku”, maka jawablah: “aku rindu kepadamu wahai fulan”. Jadi, pandangan mata, dan cara ini, mempunyai dampak dan hasil yang luar biasa.

Ketiga: suapan cinta Cara ini tidak bisa dilakukan kecuali seluruh anggota keluarga berkumpul di satu meja makan. janganlah menempatkan tv di ruang makan, agar terjadi interaksi dan pertukaran pandangan mata. Dan saat menikmati santapan makan, hendaklah orang tua berusaha menyuapkan beberapa suap ke mulut anaknya [dengan catatan, anak kelas V atau VI SD ke atas, pasti merasa bahwa cara ini tidak bisa mereka terima], jika sang anak menolak menerima suapan itu di mulutnya, maka letakkan pada sendok atau piringnya. Hendaklah saat menyuapi disertai dengan pandangan mata cinta diiringi senyuman, kosa kata indah dan suara pelan: “demi Allah wahai anakku, saya sangat ingin menyuapimu dengan suapan ini, ini adalah kurir cintaku wahai sayangku”, setelah ini, pasti dia mau menerimanya.

Keempat: sentuhan cinta DR. Maisarah berkata: saya nasihatkan agar orang tua memperbanyak sentuhan terhadap anaknya. Bukan sebuah kebijakan jika seorang ayah berbicara dengan anaknya pada dua kursi yang berbeda. Sebaiknya sang anak ada di sampingnya, dan hendaklah tangan sang ayah menempel di bahu anaknya (tangan kanan ada di bahu kanan). Kemudian DR. Maisarah menjelaskan cara nabi SAW menghadapi lawan bicaranya: “Nabi Muhammad SAW menempelkan kedua lututnya dengan lutut lawan bicaranya, dan meletakkan kedua tangan beliau di atas kedua paha lawan bicaranya, dan posisi menghadap secara penuh”. Sekarang terbukti bahwa sekedar sentuhan seseorang merasa dicintai dan kehangatan hubungan meningkat ke puncak tertinggi. Karenanya, jika hendak berbicara dengan sang anak, atau hendak menasihatinya, janganlah duduk berjauhan, sebab, dengan begini, terpaksa harus bersuara keras, dan [suara keras membuat sang anak lari, dan jika sang anak itu laki-laki, maka peganglah bagian pahanya, dan jika sang anak perempuan, maka peganglah bahunya, dan peganglah tangannya dengan penuh kasih sayang, letakkan kepala sang anak pada bahu sang ayah, agar ia merasa dekat, aman, dan tersayang, sambil katakan: “Aku bersamamu, aku akan memohonkan pengampunan untukmu jika kamu bersalah”.

Kelima: selimut cinta Hendaklah setiap malam seorang ayah atau ibu melakukannya, jika sang anak telah tidur, maka datangilah ia dan ciumlah, niscaya dia akan merasakan kehadiranmu, karena jenggot wajahmu yang biasa engkau bercanda dengannya, jika ia membuka satu matanya sedangkan yang lainnya masih terpejam dan ia berkata: “engkau datang wahai ayahku?” Maka katakan kepadanya: “Betul, aku datang wahai sayangku!”. Dan selimutilah dia Dalam pemandangan ini, sang anak akan berada dalam kondisi setengah sadar antara tidur dan tidak, dan pemandangan tadi akan tetanam dalam pikirannya, dan saat ia terbangun pada esok harinya, ia akan teringat bahwa semalam ayahnya datang dan melakukan ini dan itu. Dengan perbuatan seperti ini, menjadi dekatlah jarak antara orang tua dan anak, dan kita wajib dekat dengan anak dengan pisik dan hati kita.

Keenam: dekapan cinta Janganlah kita pelit dengan dekapan terhadap anak. Sebab, keperluan anak kepada dekapan sama dengan keperluannya kepada makanan, minuman dan udara, setiap kali ada yang terkonsumsi, niscaya diperlukan yang lainnya.

Ketujuh: ciuman cinta Rasulullah SAW mencium salah seorang cucunya; Hasan atau Husain. Perbuatan ini terlihat oleh al-Aqra’ bin Habis, maka ia berkata: “Apakah engkau mencium anak-anak kecil?!! Demi Allah, saya mempunyai sepuluh anak, tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka!! Maka Rasulullah SAW bersabda: “Kalau saja aku mempunyai kemampuan untuk mencabut kasih sayang dari dalam hatimu” Wahai para orang tua, ciuman kepada anak merupakan satu ekspresi kasih sayang, betul, kasih sayang yang menjadi focus ajaran Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan bahwa ia merupakan rahasia ketertarikan manusia kepada suatu keyakinan, dan jika kasih sayang ini hilang dari perilaku kita terhadap anak-anak kita, berarti kita telah menjauhkan mereka dari kita, baik kita sebagai perseorangan maupun kita sebagai para da’i, da’i Islam. Firman Allah SWT yang artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” (QS.Ali Imran: 159).

Kedelapan: Senyum cinta Senyum yang kita pancarkan pada anak kita memiliki energi kuat dalam hatinya. Di dalamnya terkandung optomimisme, doa, bahkan sedekah. Penularan energy positif inilah sehingga seyum disamakan dengan sedekah. Inilah sarana-sarana cinta, siapa yang menerapkannya, niscaya mendapatkan cinta dari mereka yang berinteraksi dengannya. Sebagian orang tua saat dinasihati demikian berkomentar: “Kami tidak terbiasa”. Subhanallah!! Adakah kebiasaan itu tidak bisa diirubahnya? Bukankah Qur’an yang turun dari langit yang dapat merubah kaum Jahiliyah tidak bisa merubah sikap kita? Seberapa imankah kita dengan al-Qur’an? Sarana-sarana ini ibarat air, dengannya tanaman cinta akan tumbuh di dalam hati. Dan jika kita ingin dibaiki oleh anak kita, baikilah anak kita, dan sayangilah mereka. Perlu diketahui bahwa cinta tidak sama dengan tutup mata atau membiarkan kesalahan. Cinta justru peduli terhadap kesalahan dan kebaikan anak. Mulailah mencinta maka kita akan dicinta.

Wallahu a’lam.

(referensi ustad. M. Jamhuri, MA (the)